Thursday, November 17, 2016

puisi.fisika

Puisi

FISIKA
Aku anak fisika
Aku   cinta   fisika
karenamu aku ada disini
aku memilihmu karna kau memilikiku
denganmu aku menuai ilmu. ..
belajar atasmu,untukku, untuk duniaku
untuk...
para pembelajar,para penghitung jari,para petualang diatas kertas cakaran dan  para pencari keajaiban tuhan
untuk. ..
membuka mata melihat betapa menabjubkan dunia ini
untuk. ..
diri yang masih tutp matamelihat kehidupan menjadi melek semuanya berasal dari hal kecil un menjadi luarbiasa
Fisika
tidak banyak yang membencimu namun tidak sedikit yang mengagumimu
kau sungguh pantas di kagumi
ilmumu menggugah peradaban klasik menjadi peradaban moderen
karenamu yang jauh menjadi lebih dekat(tansportasi,telekomunikasi)
karenamu yang berat menjadi ringan (katrol/roda)
karenamu yang lirih menjadi terdengar sangat keras ( mikrofon  )
karenamu yang kecil menopang yang besar (pompa hidrolik)
karenamu yang sempit bisa mecakup sama banyak yang renggang (gedung)
Terimakasih olehku
karyamu untuk dunia tak terhingga
 sehingga kau mempertemukan isi dunia dengan penciptaNya
karenamu di detik inipun aku berdiri dengan bangganya
tersenyum bahagia




by:
Sri Lestari
mahasiswa
Universitas Sulawei Barat

Tuesday, March 8, 2016

kisah perjalananku sampai duduk di bangku kuliah kampus Unsulbar majene


kejutan

“pasti ada jalan” kalimat itu memang benar aku serasa tidak percaya bisa lanjut kuliah. sungguh tangan-tangan itu nyata, melalui sahabatku yang menolongku hingga aku bisa berdiri disini dengan status mahasiswa.
Berawal dari siang hari sekitar pukul 11 siang seorang menelponku, dengan tema perbincanganku kala itu ialah pendidikan adalah no 1. Sedih ingin rasanya lanjut, di sela-sela obrolanku dengan sahabatku ia mengajakku lanjut bersamanya, ia ikut jalur tes SBNPTN dan ia lulus di Majene Universitas sulawesi barat. Berat sekali aku tidak punya simpanan pribadi, bahkan ayahku sudah mengatakan “Angkat tangan” soal pendidikanku, tapi. ..ini adalah kesempatan, ayah sahabatkupun bahkan meminjamkan uang untuk pendaftaran serta untuk makan seharai-hari tidak perlu difikirkan. Amanah, yang ada di kepalaku itu amanah, aku kenal sahabatku, fisiknya lemah. Bukan suatu yang berat bagiku tapi bahagia yang tak terkira aku nantinya akan terus bersama seperti cita-cita kami kemarin sewaktu di bangku SMA.
Dengan modal nekat, ku minta persetujuan saudaraku satu-persatu namun mereka semua diam. bangaimana tidak, kami semua tau bagaimana ekonomi orang tua kami. Sungguh rasanya ingin menjerit. Kutuju ayah dan ibuku yang dimana waktu itu aku harus segera bertemu beliau. Rumah ini tidak ada mereka, mereka banyak menghabiskan hari-hari di kebun yang memaksa mereka harus tinggal disana. Jauh ia kata itu memang wajar, melihat usia kedua orang tuaku tidak lagi sanggup pulang pergi. Kulangkahkan kaki ini meminta Do’a restu, memohonku sangat membuat mereka sedih sebab tidak ada sama sekali uang ongkos, dengan penuh haru ayahku menyuruhku meminjam uang sama tetanggaku atas nama mereka. Sedih, aku bahkan tidak punya simpanan sama sekali. Dalam perjalanan pulangku menuju rumah hatiku berkecamuk aku justru menambah beban pikiran mereka tapi jika aku menyia-nyiakan kesempatan ini pastilah aku menyesal.
Di genggamanku ada secarik uang merah empat lembar, ini adalah uang pinjaman. hanya berselang jam pagi telah menjemput. pagi mengantarku melengkapi berkas-berkas, kutemui Kepala sekolahku, meminta do’a restu lalu berangkat. Perjanan in serasa singkat pada pukul 8 pm aku tiba di majene. Bahagia penuh haru kupeluk sahabatku, ucapan trimakasih ku lontarkan berkali-kali kepada ayah sahabatku. Sepanjang malam kami terus bercerita hingga tertidur. Pagi itu aku ikut Tes, dan dasilnya semua lulus aku kini masuk dalam fakultas MIPA jurusan Fisika alhamdulillah. dalam satu hari penuh semua beres, keesokan harinya ayah sabatku berpamit pulang dan mengamanahkan anaknya.
Sahabatku, cita-cita kita terwujud meski bukan di makasasar tapi disini Majene. Majene kaulah saksi betapa bahagianya aku dekat dengan sahabatku. Kerinduan yang sekian lama kurindukan setelah beberpa bulan berpisah kala itu seusai UN, terimakasih Ya ALLAH

Monday, March 7, 2016

Ceritaku



Kejutan Ilahi

“pasti ada jalan” kalimat itu memang benar aku serasa tidak percaya bisa lanjut kuliah. sungguh tangan-tangan itu nyata, melalui sahabatku yang menolongku hingga aku bisa berdiri disini dengan status mahasiswa.
Berawal dari siang hari sekitar pukul 11 siang seorang menelponku, dengan tema perbincanganku kala itu ialah pendidikan adalah no 1. Sedih ingin rasanya lanjut, di sela-sela obrolanku dengan sahabatku ia mengajakku lanjut bersamanya, ia ikut jalur tes SBNPTN dan ia lulus di Majene Universitas sulawesi barat. Berat sekali aku tidak punya simpanan pribadi, bahkan ayahku sudah mengatakan “Angkat tangan” soal pendidikanku, tapi. ..ini adalah kesempatan, ayah sahabatkupun bahkan meminjamkan uang untuk pendaftaran serta untuk makan seharai-hari tidak perlu difikirkan. Amanah, yang ada di kepalaku itu amanah, aku kenal sahabatku, fisiknya lemah. Bukan suatu yang berat bagiku tapi bahagia yang tak terkira aku nantinya akan terus bersama seperti cita-cita kami kemarin sewaktu di bangku SMA.

Dengan modal nekat, ku minta persetujuan saudaraku satu-persatu namun mereka semua diam. bangaimana tidak, kami semua tau bagaimana ekonomi orang tua kami. Sungguh rasanya ingin menjerit. Kutuju ayah dan ibuku yang dimana waktu itu aku harus segera bertemu beliau. Rumah ini tidak ada mereka, mereka banyak menghabiskan hari-hari di kebun yang memaksa mereka harus tinggal disana. Jauh ia kata itu memang wajar, melihat usia kedua orang tuaku tidak lagi sanggup pulang pergi. Kulangkahkan kaki ini meminta Do’a restu, memohonku sangat membuat mereka sedih sebab tidak ada sama sekali uang ongkos, dengan penuh haru ayahku menyuruhku meminjam uang sama tetanggaku atas nama mereka. Sedih, aku bahkan tidak punya simpanan sama sekali. Dalam perjalanan pulangku menuju rumah hatiku berkecamuk aku justru menambah beban pikiran mereka tapi jika aku menyia-nyiakan kesempatan ini pastilah aku menyesal.

Di genggamanku ada secarik uang merah empat lembar, ini adalah uang pinjaman. hanya berselang jam pagi telah menjemput. pagi mengantarku melengkapi berkas-berkas, kutemui Kepala sekolahku, meminta do’a restu lalu berangkat. Perjanan in serasa singkat pada pukul 8 pm aku tiba di majene. Bahagia penuh haru kupeluk sahabatku, ucapan trimakasih ku lontarkan berkali-kali kepada ayah sahabatku. Sepanjang malam kami terus bercerita hingga tertidur. Pagi itu aku ikut Tes, dan dasilnya semua lulus aku kini masuk dalam fakultas MIPA jurusan Fisika alhamdulillah. dalam satu hari penuh semua beres, keesokan harinya ayah sabatku berpamit pulang dan mengamanahkan anaknya.
Sahabatku, cita-cita kita terwujud meski bukan di makasasar tapi disini Majene. Majene kaulah saksi betapa bahagianya aku dekat dengan sahabatku. Kerinduan yang sekian lama kurindukan setelah beberpa bulan berpisah kala itu seusai UN, terimakasih Ya ALLAH.