Trek
Bimbingan Proposal
( pribadi )
Skripsi
adalah tugas sekaligus mata kulian terahir yang menjadi syarat kelulusan. Langkah
awal penyusunan skripsi ialah mengajuan judul kepada pembing akademik (PA). Pembimbing
akademik jauh sudah ditentukan pada semester awal perkuliahan. Berikut kemungkinan-kemungkinan yang menjadi
kendala mahasiswa lambat penelitian.
1. Pengajuan
judul
Dalam pengajuan judul
hal yang pertama jadi bahasan adalah dua poin yaitu variabel terikat dan
variabel bebasnya. Selanjutnya judul dibawa kepada pembimbing untuk dimintai
saran dan sekaligus alasan pengambilan judul.
Terkait setuju dan
tidaknya variabel yang diambil sebgai patokan judul lebih besarnya dilihat dari
kepercayaan masiswa dalam mengambil keputusan. Hasil putusan disini berupa
judul yang lengkap. Judul yang terdiri dari dua variabel utama yang kadang
dapat disusul dengan memperjelas variabel respon bahkan adapula yang meneliti
mencari variabel moderatornya. Setelah selesai disepakati maka judul tersebut
akan di laporkan ke prodi untuk dirapatkan baik itu dari segi keterbaruan,
kebutuhan dan pembeda.
Judul yang keluar dari
prodi besar kemungkinan judul yang utama atau nomor satu saat kita mengajukan
judul yang tadinya mengajukan tiga judul. Setelah judul keluar ditentukanlah
pembimbing dua yang biasanya disesuaikan dengan pengalaman dosen atas penelitian
yang terkait sebelumnya atau kecocokan
mahasiswa terhadap dosen. Kecocokan disini yang dimaksud ialah dosen yang jeli
atau galak biasanya mengambil mahasiswa yang pintar alias cekatan. Kecocokan lainnya
mahasiswa yang pendiam biasanya mendapat pembimbing dosen yang sabar. Kemungkinan
diatas itu hanya hal yang biasa namun belum tentu demikian karena ada satu
faktor yang menjadi beda dan disini mengenai mahasiswa yang lelet.
Mahasiswa yang lelet di
cirikan lambat konsul judul, lambat ditentukannya pembimbing dua atau ada
sedikit masalah seperti pembimbing yang di gonta ganti. Kasus gonta ganti
pembimbing disini sangat memperlambat perkembangan mahasiswa dalam maju
proposal. Efek lambatnya penentuan pembimbing dua ialah kemungkinan berubahnya
judul penelitian baik itu dari populasi penelitian sampai indikator penelitian (variabel terikat) itu
sendiri.
2. Konsultasi
Judul sudah fiks !,
langkah selanjutnya membuat bab 1 yakni latar belakang. Pada bagian ini
kebanyakan bimbingan yang memakan waktu banyak. Benar ada yang cepat namun itu
hanya sebagian saja yang biasanya memiliki
motivasi yang besar. Ada tips yang perlu jadi dasar yang kuat untuk melewati
masa konsul ini, pertama jagan jadi bersifat indifidualis. Orang indifidualis
identik dengan sifat sombong merasa bisa
tanpa teman yang lain. Sifat ini masuk dalam sifat istidraj sangat bahaya karna
dapat mematikan hati. Lalu, bagimana baiknya.
Kedua,
targetkan jadwal bimbingan rutin minimal sekali sepekan di tambah sharing dengan tim baik itu geng,
kelompok belarjar, kelompok satu PA, atau kelompok yang variabel penelitiannya
sama. Artinya dalam satu pekan itu minimal 3 kali tukar pikiran dan revisi
proposal. Hal yang tidak boleh di sepelekan ialah adap dalam segala hal
terkhusus pada saat konsul dengan dosen. Kita tau bahwa adap itu posisinya
diatas ilmu, karena sebab terhalangnya ilmu ialah kurangnya adap terhadap guru
atau dosen. Adap atau mempelajari petunjuk adalah hal yang sangat penting. Semua
dosen sangat menjunjung adap dan terkhusus menilai mahasiswa dari sini. Apa saja
itu diantaranya tepat janji dan diutamakan lebih awal dari perjanjian, duduk
dan tatapan yang antusias jagan tampakkan masalah, banyak mengeluh, suka
menyela saran/komentar dosen. Boleh menyela sedikit jika memang sangat penting
selebihnya biarlah berproses karna biasanya di pertengahan dosen akan menyadari
kekeliruannya dan banyak menemukan ide yang lebih baik dari sebelumnya karena
kekuatan adap tadi.
Ketiga,
temukan motivasi pribadimu. Benar motivasi itu abstrak namun bukan berarti
tidak bisa di visualisasikan. Orang yang cerdas akan selalu berbeda dengan
lainnya bahkan dibedakan oleh banyak orang. Bagaimana menemukan motivasi dan
mengenggam eratnya agar tetap terpatri di hati dan indra kita ?, salah satunya
ialah buat bagan/mindmap di dalam kamar pastikan jelas dan menarik. Satu lagi
selain sesuatu yang berwarna menjadi titik fokus juga satu hal yang harus di
coba ialah pajang foto. Foto orang tua dan foto wisuda kita (meski belum), ini
akan menjadi pengingat ada wajah disana yang tersenyum.
3. Maju
proposal
Proposal disini terdiri
dari tiga bab. Bab satu latar belakang, bab dua kajian pustaka dan bab tiga
metode penelitian. Kita anggap semua sudah selesai masa konsultasi, sisa
kesiapan mental dan penguasaan materi yang dipermantap. Sedikit penjagaan
mengenai isi proposal semuanya telah di tengahi yaitu pendapat pembimbing satu
dan pembimbing dua. Pembimbing satu adalah penentu semua isi dan format isi,
laporkan draf isi dan putusan yang di ambil atas pendapat pembing dua harus
disetujui oleh pembimbing satu. Namun jika ada masalah perbedaan keduanya yang
menyentuh konsep seperti kerangka pikir yang perlu kita lakukan ialah menghadap
ke ketua prodi atau dosen lainnya.
Masalah diatas
merupakan pembelajaran buat pribadi karna telah malakukan kesalahan fatal
disebabkan mengambil pendapat pembimbing dua yang hasil putusan pengambilan
konsep kerangka pikir tidak disodorkan ke pembimbing satu. Seharusnya mendiskusikan
lebih mengenai ini dan meminta dukungan argumen. Kesalahan diatas berujung pada
pengunduran diri pembimbing satu. Kesalah ini merupakan kesalahan fatal yang
semua orang akan tetap menyimpulkan saya tetap salah. Diluar alasan mengapa
saya memilih pendapat pembimbing dua tidak perlu didetaili disini namun ingat
saran saya diatas jika mendapati masalah diatas.
Kelanjutan
penyelesaian masalah fatal tadi menjadi hal baru buat saya dan menjadi kisah
yang tidak saya lupakan yang membuat penyelasan mendalam karna ini tentang
adap.
·
Pembing satu (mengundurkan diri)
digantikan oleh pembimbing dua
·
Pembimbing dua digantikan dengan penguji
satu
·
Penguji 1 digantikan dosen lain (tidak
lain ketua prodi)
·
Penguji 2 masih tetap
Tersisa dua dosen aktif
(selain pembing satu yang mengundurkan diri) yang nantinya menjadi validator
instrumen penelitian saya.
Majene, 22 Juli 2019
Sri
Lestari
No comments:
Post a Comment